KURIKULUM (4)

Dan dalam catatan inilah kurikulum homeschooling Keluarga Nandito akan dituliskan, setelah dalam catatan-catatan sebelumnya lebih bercerita kepada visi pendidikan keluarga. 

Karena visi pendidikan keluarga adalah 'why', sedangkan kurikulum adalah 'how'. 

Jadi, bila ada yang mau homeschooling dan menanyakan seputar kurikulumnya, maka saya akan bertanya kembali, "Apakah sudah menentukan visi pendidikan keluarganya?" Bila sudah, maka kurikulum lebih mudah ditemukan dan dirumuskan. 

Sebagaimana kurikulum homeschooling Keluarga Nandito, secara model kami mengambil metode ekletik, atau campur-campur alias gado-gado. Metode ekletik biasanya lebih berorientasi kepada tujuannya, dimana cara untuk mencapainya bisa mengikuti dan menyesuaikan. Kadang seperti metode Montessori, Charlotte Mason, Waldorf, atau sebuah metode yang mungkin belum ada istilahnya karena asli hanya ada di keluarga kami. 

Dalam keseharian, fokus kami adalah kepada pengembangan sikap kepribadian anak dan menuju ke pembelajar mandiri. 

Mengadaptasi kebiasaan keluarga Mas Aar dan Mbak Lala yang dibagikan melalui modul-modul kelas online Rumah Inspirasi, kami menjadikan waktu minum teh atau sarapan pagi sebagai momen untuk bersyukur sambil berbagi rencana dan agenda hari ini, baik orangtua maupun anak. Ditutup dengan ngobrol apa saja di waktu malam (alias kruntelan), sambil evaluasi, sambil melempar mimpi, curhat dan sebagainya. 

Kebetulan Oji memiliki minat dalam bidang pengembangan fisik melalui olahraga renang, sedangkan Yanthi memiliki minat dalam dunia musik dan gambar. Jadilah keduanya memiliki agenda bertemu dengan mentor masing-masing sesuai dengan jadwal dan agendanya, baik daring maupun luring. 

Sedangkan dalam hal akademik, Oji dan Yanthi memiliki agenda yang sama, yaitu mengasah keterampilan matematika dan bahasa Inggrisnya secara mandiri menggunakan aplikasi (saat ini menggunakan IXL dan Duolingo). 

Sambil keduanya memenuhi kewajiban-kewajiban di PKBM agar bisa memiliki ijazah paket A, yang bagi kami diposisikan sebagai payung cadangan andaikata di masa depan minat keduanya mengarah kepada sebuah hal yang membutuhkan ijazah sebagai legalitas formalnya. 

Bila ada waktu yang tersisa? Diisi dengan membantu kegiatan rumah tangga, bermain game baik melalui gawai atau papan (boardgame), menonton film, jalan-jalan dan berkomunitas (kalau tidak pandemi) atau melakukan aneka proyek insidentil baik mereka lakukan secara mandiri maupun bersama orangtuanya. 

Itulah kurikulum keluarga kami. Apakah akan terus seperti itu? Sangat mungkin berubah dan berganti sesuai dengan situasi dan kondisi, namun tetap menuju tujuan visi pendidikan keluarga kami, yaitu menjadikan anak-anak sebagai pribadi pembelajar mandiri yang memiliki sikap yang luhur sehingga dapat memberi manfaat kepada siapa pun di mana pun dan apa pun karya mereka kelak. 

Demikian catatan mengenai kurikulum Keluarga Nandito sampai titik ini. 

Cipinang Muara, 25 Mei 2021

#catatanharianAndito
#kurikulum
#kurikulumHS 
#homeschooling
#keluargaNandito

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Back
to top