Menambah Kosakata Menggunakan Google Translate

Pagi itu, tiba2 Oji, 7 tahun, mendekatiku yang sedang asyik di depan layar komputer. Ia memintaku untuk membuka situs Google Translate lalu mengetik kata, STONEHENGE.

Wow, dari mana Oji mendapatkan kosakata salah satu monumen peninggalan budaya manusia yang misterius itu? Dan Oji pun mengambil sebuah buku dari perpustakaan yang membahas tentang Stonehenge dalam bahasa Inggris. Oji terlihat begitu antusias untuk bisa mengetahui arti dari penjelasan tentang Stonehenge.

Melihat Oji asyik dengan layar komputer dan keyboard, berusaha menyalin kata demi kata, lalu mendapatkan kepuasan saat arti dari kalimat2 itu keluar di layar, adalah salah satu contoh kegiatan homeschooling kami sehari2 yang memanfaatkan teknologi untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka.

Google Translate memang menjadi salah satu situs penerjemah andalan bagi Oji, terutama saat mengerjakan soal2 cerita di situs belajar matematika IXL yang menggunakan bahasa Inggris. Pada awalnya, Oji sering bertanya tentang kata2 di dalam soal cerita. Lalu kuajarkan cara menggunakan Google Translate, dan kini Oji sudah mandiri mencari sendiri kosa kata yang dibutuhkannya.

Begitulah. Teknologi memang bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, dia bisa sangat mengembangkan potensi positif di dalam diri. Di sisi yang lainnya, teknologi bisa menumpulkan potensi positif karena terlarut di dalam keasyikan dengan segala hiburan dan kesenangan yang menghabiskan waktu sehingga mengurangi produktivitas.

Pada akhirnya, kearifan, kebijaksanaan dan kontrol dirilah yang dapat menjadikan teknologi sebagai alat yang memudahkan kita mencapai tujuan.

Semangat ya Ji O :D

Cipinang Muara, 19 Juni 2017

#NulisRandom2017
#HariKesembilanbelas
#keluarganandito
#oji7yo
#homeschooling

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Back
to top