Vlog Keluarga Nandito - Renang Subuh Olympus di Kolam Bojana Tirta bersama Klub Bina Taruna
Renang subuh menjadi salah satu kegiatan Oji (8 tahun) dalam menekuni renang sebagai salah satu lifeskill yang sedang diminati dan ditanamkan.
Menemukan apa yang menjadi minat dan bakat anak2 kita, lalu mempertemukan dan memfasilitasinya. Segala sesuatu yang dijalani dengan sukacita, semoga dapat lebih cepat dikuasai dan menjadi manfaat bagi kehidupan anak2 kita kelak. Aamiin :)
Video Perdana Oji sebagai Youtuber
Bila sedang berbincang tentang homeschooling dengan keluarga, sahabat atau kerabat, biasanya salah satu yang dibicarakan adalah apakah anak homeschooling bisa survive di masyarakat. Apakah tersedia profesi2 yang bisa mereka jalani, yang akan menjadi sumber pendapatan mereka. Dan aneka pertanyaan terkait dengan hal itu.
Biasanya lawan bicara saya kebanyakan adalah teman2 sepantaran yang menjalani masa pendidikan sekolah di era tahun 1980-2000. Dan saya mengajak lawan bicara saya untuk merenungkan bahwa pada saat ini, banyak sekali profesi2 yang tidak ada di dalam daftar cita2 kita pada saat itu. Setuju?
Apakah pernah terlintas ketika akan mengisi kolom cita2 di sebuah formulir biodata adalah ingin menjadi animator, pembuat aplikasi maupun Youtuber? Bahkan saat ini, memiliki cita2 sebagai driver mobil atau motor online saja menjadi sangat mungkin. Asalkan mau kerja keras dan kerja cerdas, kita bisa sejahtera dalam profesi tersebut. Sesuatu yang tidak ada di dalam pikiran pada pelajar di era sekitar 20 tahun yang lalu.
Maka coba kita renungkan dan bayangkan sejenak. Bisa jadi, 20 tahun mendatang, saat anak2 kita sudah memasuki dunia karyanya untuk masyarakat, akan semakin banyak profesi2 baru bermunculan seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan masyarakatnya. "Bisa jadi sudah ada transportasi umum yang menghubungkan bumi dengan bulan atau bumi dengan planet Mars. Bisa jadi aneka profesi baru akan bermunculan dan anak kita adalah salah satu pelakunya. Bisa jadi..."
Dan prinsip survive di prosesi apa pun menurut saya adalah sama: selalu siap untuk MENGOSONGKAN GELAS dan MENGASAH GERGAJI, memiliki SIKAP POSITIF dan BUDI PEKERTI YANG LUHUR serta siap BERADAPTASI dengan perubahan.
= = = = = = = = =
Nah, terkait dengan keseharian keluarga kami menerapkan homeschooling untuk anak2 kami, beberapa hari terakhir ini Oji menunjukkan sebuah sikap yang cukup menarik bagi kami. Oji secara jelas menunjukkan minat dan ketertarikannya untuk menjadi seorang Youtuber. Dalam hal ini membawakan tema bermain Minecraft sebagai salah satu kegemarannya saat ini.
Sebagai orangtua, kami selalu berusaha untuk mengamati dan mengikuti segala hal yang menjadi minat dari anak2 kami. Kalau kami tidak paham, kami berusaha ikut belajar bersama anak2 kami dalam memahami hal tersebut. Dan saya mengamati bahwa ada beberapa sosok Youtuber yang dikagumi oleh Oji yang menjadi contoh orang2 yang sudah sukses memiliki puluhan ribu follower di akun Youtube-nya.
Apa yang dilakukan para Youtuber itu? Bermain game dan mendokumentasikannya, sambil menunjukkan sisi pribadi pembawanya yang unik. Wajah dan suara mereka dimasukkan ke dalam rekaman dan mereka berkomunikasi dengan para pemirsanya, memberikan pendapat dan komentar atas apa yang terjadi di dalam video mereka.
Wow... andai teknologi Youtube ini sudah ada waktu saya kecil, mungkin koleksi postingan game saya sudah sangat banyak nih 😁😁
Dan itulah yang berusaha kami wujudkan bersama dengan peralatan yang ada di rumah. Dan inilah video perdana Oji (8 tahun) sebagai Youtuber.
Sungguh terharu melihat perkembangan minat dan bakat Oji dalam dunia permainan Minecraft. Dan sebagai sesama gamer, saya juga melihat bahwa perkembangan permainan Oji sudah cukup pesat dan layak disimak oleh para penggemar Minecraft.
Jadi, ditunggu LIKE dan SUBSCRIBE-nya ya kakak di akun Youtube Dunia Olympus. Diniatkan setidaknya dalam 1 minggu ada satu video Youtube dari Dunia Olympus untuk permainan Minecraft. Semoga dapat turut meramaikan dunia Minecraft pada umumnya, dan Minecraft Indonesia pada umumnya.
Enjoy! 😃👍👍
Memanfaatkan Media Sosial untuk Menyebarkan Inspirasi dan Kebaikan
Mulai hari ini, di hari kedua tahun 2018 ini, saya memutuskan untuk memulai membuat vlog2 pendek, berdurasi 1-3 menit, mengenai kegiatan sehari2 yang mudah2an dapat menginspirasi dan memberikan semangat positif kepada siapa pun yang menyaksikannya.
Karena di era saat ini, media sosial sungguh dapat menjadi cara untuk menyebarkan keburukan, berita bohong (hoax) maupun energi negatif. Pada saat yang sama, media sosial dapat menjadi alat untuk menyebarkan kebaikan, semangat positif dan membangun yang bisa merubah kehidupan seseorang ketika membaca, mendengar atau menontonnya.
Maka vlog2 yang akan dibuat ke depannya ditujukan untuk turut serta menjadi agen penyebar kebaikan dan semangat positif.
Semoga bermanfaat 😊🙏
Oase Kids dan Drama 'Muzakir dan Dermawan', Sebuah Batu Penanda Perjalanan Anak-anak Kami
Catatan ini dibuat jauh setelah peristiwanya terjadi. Sebuah peristiwa yang cukup menjadi penanda dalam perjalanan tumbuh-kembang Oji dan Yanthi pada khususnya, dan anak2 Klub Oase pada umumnya.
Berawal dari kesempatan turut meramaikan kegiatan Oase Festival (OFest) yang diadakan oleh anak2 Penggalang Oase, Oji dan Yanthi mengisi drama2 musikal sesuai dengan tingkatan usia mereka. Yanthi bersama Oase Junior membawakan drama “Lautku Bersih”, Oji dan teman2 Siaga Oase membawakan drama “Penyu Raja Kelana”.
Menjalani proses berdrama ini, terlihat anak2 cukup menikmatinya. Sampailah pada suatu hari, Bunda Kristin menyampaikan sebuah ‘tantangan’ kepada anak2 Klub Oase untuk turut dalam kegiatan ‘Lomba Dongeng Anak Nusantara’ yang diadakan oleh teman2 Soul Journey Indonesia. Saling memberi dan melempar tanggapan di grup WA, akhirnya disepakati anak2 Klub Oase yang tergabung dalam Oase Kids akan turut berpartisipasi dalam acara tersebut.
Dari beberapa dongeng Nusantara yang diperlombakan, kami memilih drama ‘Muzakir dan Dermawan’ yang diadaptasi dari kisah legenda ‘Semangka Emas’. Dan hari-hari berkoordinasi dan berlatih mulai dilakukan. Naskah dipelajari, lagu2 pengiring diciptakan. Dan jadilah Oase Kids berhasil menayangkan drama ‘Muzakir dan Dermawan’ yang diunggah ke Youtube karena menjadi bagian dari persyaratan awalnya.
Kabar bahwa Oase Kids lolos ke babak selanjutnya sungguh membahagiakan sekaligus membuat deg-degan, karena anak2 diwajibkan untuk membawakan dramanya secara langsung, tidak lipsync sebagaimana video Youtube yang telah diunggah. Ditambah area panggung yang lebih luas, membuat kami mengajak lebih banyak anak2 Oase untuk terlibat sebagai penari latar agar cerita dan panggung terlihat lebih meriah.
![]() |
| Briefing setelah gladi bersih di Auditorium FIB UI |
para orangtua agar drama ‘Muzakir dan Dermawan’ dapat ditampilkan dengan baik.
Hari perhelatan pun tiba. Bertempat di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, bersama para penampil lainnya dari kategori usia SD dan SMP, kami melihat betapa dunia teater atau drama merupakan sebuah ceruk ekspresi yang cukup besar peminatnya. Dan visi menjadikan dongeng2 Nusantara sebagai alat atau media mentransfer nilai2 moral dan luhur kepada anak2 membuat kegiatan ‘Lomba Dongeng Anak Nusantara’ ini layak untuk turut didukung dan dimeriahkan.
![]() |
| Oji sebagai Muzakir |
Sungguh kami sangat bersyukur melihat anak2 Oase Kids tampil seoptimal dan sealami mungkin di atas panggung. Kemenangan bukanlah tujuan kami. Karena melihat mereka dapat menyelesaikan drama tersebut dengan baik saja sudah merupakan kebahagiaan yang besar bagi para orangtua Klub Oase.
Tantangan selanjutnya adalah saat menunggu pengumuman pemenangnya. Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu yang memotivasi anak2 tersebut mau bergerak sesuai arahan adalah harapan akan memperoleh hadiah total 10 juta rupiah. Kadang diri ini terasa geli melihat ekspresi sebagian anak yang sudah membayangkan akan digunakan untuk apa bila mereka sampai menerima hadiah 10 juta rupiah tersebut. Padahal itu adalah total hadiah dan belum tentu mereka akan menerima dalam jumlah besar karena akan dibagi2 dengan anak2 yang lain. Betul2 kids jaman now yang sudah paham uang sebagai alat atau media memperoleh sesuatu yang dibutuhkan atau diinginkan :p
![]() |
| Yanthi sebagai burung pipit |
Saat disebutkan bahwa tim Cabe Rawit yang membawakan drama ‘Legenda Situ Bagendit’ mendapat juara ketiga, OK, berarti Oase Kids dapat juara dua nih. Dan saat tim lain yang membawakan drama ‘Legenda Cendrawasih’ yang mendapatkan juara kedua, OK… Oase Kids belum rezekinya mendapatkan juara kali ini. Mengapa berpikir demikian? Karena ada satu tim drama dari Jawa Tengah yang khusus datang membawakan cerita ‘Kelingking yang Pemberani’ dengan persiapan yang sangat luar biasa matang. Mereka sangat mungkin berpotensi sebagai juara pertama di dalam acara grand final kali ini.
Dan apa yang terlintas di dalam benakku saat itu? “Ngomong apa ya ke anak2? Kalimat motivasi apa yang akan dipilih untuk menjaga semangat mereka? Bagaimana ya ekspresi mereka nanti?”
Dan saat diri ini sedang sibuk berdiskusi dengan hati nurani, tiba2 disebutkan bahwa juara pertama adalah tim yang membawakan cerita ‘Muzakir dan Dermawan’. Sontak Oase Kids, para suporter dan penonton berteriak heboh! Karena Oase Kids adalah satu-satunya tim yang membawakan cerita tersebut! Jadi? KAMI MENANG!!! YEAYYY!!!
He he… Membayangkan suasana saat itu masih membuat bulu kuduk ini merinding. Silakan rasakan bersama atmosfir kebahagiaan di dalam video ‘Muzakir dan Dermawan’ yang sudah diunggah ke Youtube di bawah ini.
![]() |
| Happy parents, happy directors ;) |
Lalu bagaimana dengan piala dan uang hadiah yang kami terima? Piala digilir ke rumah2 Oase Kids yang mau merasakan ada piala di rumahnya. Sedangkan uangnya sebagian dibagi rata ke semua anak, sebagian lagi diberikan pizza dan hidangan2 untuk dinikmati bersama.
Untuk dokumentasi foto keseruan acara di UI, bisa dilihat di album FB dengan link di bawah ini.
https://www.facebook.com/mira.julia/media_set?set=a.10212275596102698&type=3
Sampai tulisan ini dinaikkan, Oase Kids sudah menampilkan drama ‘Muzakir dan Dermawan’ kembali di acara Riungan Oase, tanggal 9 Desember 2017 yang lalu. Dokumentasi penampilannya seperti di bawah ini.
Apakah Oase Kids akan berkarya lagi menampilkan drama2 selanjutnya? Butuh sebuah event atau momen yang dapat menyatukan keragaman kesibukan keluarga2 pembelajar mandiri sebagaimana yang tergabung di Klub Oase. Event atau momentum seperti apa? Kita tunggu saja perkembangan Oase Kids selanjutnya 😉Mengikuti Lomba Renang Amaraish Arena Cup 3 @ Hotel Bumi Wiyata Depok
Pukul 5.15 WIB, kami sekeluarga sudah bangun dan sudah siap berangkat menuju ke Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Depok, tempat diselenggarakannya Lomba Renang Amaraish Arena Cup 3 yang akan diikuti Oji (8 tahun) pagi hari itu, 23 Desember 2017. Sudah
merencanakan akan menaiki KRL menuju lokasi, bersyukur kami mendapatkan pinjaman mobil dari Eyang Putri sehingga dapat menuju ke lokasi dengan lebih nyaman.
Setelah beberapa kali memutar, akhirnya kami mendapatkan tempat parkir. Dan sangat bersyukur kota Depok memiliki sebuah kolam renang dengan ukuran 50 meter di Hotel Bumi Wiyata Depok sehingga dapat digunakan untuk menyelenggarakan event2 renang seperti hari itu.
Turun di Tiga Nomor
Atas petunjuk dari coach Anto, Oji diturunkan dalam 3 gaya, yaitu punggung 50 meter, dada 50 meter dan bebas 50 meter. Semua untuk kelas usia 8-9 tahun.
Bersyukur Oji dapat menyelesaikan ketiga nomor itu dengan baik. Kenapa? Karena mengikuti lomba terbuka di luar kota seperti yang diselenggarakan Klub Amaraish kemarin adalah pertama kalinya bagi kami sekeluarga. Bayangkan, lomba tersebut diikuti 467 anak dengan total 83 klub dari berbagai daerah membuat perjalanan lomba berlangsung sangat panjang. Tercatat ada 64 nomor perlombaan yang menerjunkan 1742 lintasan renang, karena satu atlet bisa ikut sebanyak2nya nomor yang boleh diikuti.
Oji sendiri mendapat urutan nomor ke-19, 29 dan 57. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 6.30. Pukul 7 mulai pemanasan di kolam renang. Lomba pertama di pukul 10.00, lomba kedua di pukul 11.45 dan lomba ketiga di pukul 15.00 😆
Melihat jeda2 waktu yang sangat panjang, memberikan kami sebagai orangtuanya sebuah pengalaman untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi di lomba2 mendatang. Bersyukur karena para pelatih Bina Taruna diminta untuk membantu berjalannya acara, kami mendapat satu pojokan khusus yang bisa kami pakai untuk tempat berkumpul khusus anggota klub Bina Taruna. Namun tetap saja kami perlu membawa perlengkapan kami sendiri. Alas duduk, air minum dan bekal menjadi hal2 yang perlu kami persiapkan sedari awal.
Bersyukur terdapat kolam kecil lengkap dengan perosotan tempat Yanthi bisa bermain2, juga untuk Oji dan teman2nya melepas ketegangan sebelum dan sesudah berlomba. Walau coach Anto dengan tegas mengingatkan bahwa sebagai atlit yang akan berlomba, penting bagi Oji untuk menjaga kondisi fisiknya dengan tidak bermain2 di kolam sebelum lomba selesai. Sebuah momen belajar yang sangat penting bagi Oji yang akan menekuni renang sebagai salah satu life-skill yang menurut kami perlu dimiliki.
Sekitar pukul 16.30, kami bersiap2 pulang. Dan proses pencatatan skor yang sangat rapi membuat penyerahan medali, sertifikat dan pencatatan waktu dapat segera terpublikasi dengan baik sehingga kami sudah dapat mengetahui catatan skor Oji untuk hari itu.
Untuk gaya punggung 50 meter, Oji mencatatkan waktunya di 50,64 detik (best time 41,54), urutan ke 14 dari 30 peserta.
Untuk gaya dada 50 meter, Oji mencatatkan waktunya di 59,65 detik (best time 43,40), urutan ke-25 dari 55 peserta.
Sedangkan untuk gaya bebas 50 meter, Oji mencatatkan waktunya di 45,47 detik (best time 34,66 detik), urutan ke-27 dari 63 peserta.
Apresiasi yang setinggi2nya untuk Hotel Bumi Wiyata Depok yang berkenan tempatnya 'diacak-acak' untuk kegiatan ini. Area yang luas dan representatif, membuat kegiatan lomba renang berlangsung dengan lancar. Stand2 bazaar yang menjual aneka ragam makanan, minuman dan peralatan renang sangat memudahkan para peserta yang datang, yang niscaya membutuhkan asupan energi tambahan setelah dan selama menunggu perlombaan.
| Satu seri dengan Moses |
| Moses dan Oji |
Catatan untuk Pengelola Kolam Renang Bojana Tirta, Rawamangun
Bila tulisan ini bisa dibaca oleh pengelola kolam renang Bojana Tirta, Rawamangun, yang berada di dalam komplek Bea dan Cukai, semoga pengelola dapat lebih bersungguh2 lagi menjaga kualitas air kolamnya. Semoga di tahun 2018 mendatang, sudah tidak terjadi lagi air kolam renang yang menghijau seperti cincau, yang tentunya tidak enak dipandang dan berpotensi menurunkan kualitas kesehatan kulit siapa pun yang berenang di dalamnya. Untuk sebuah kolam renang dengan uang masuk belasan ribu rupiah, seharusnya tidak sulit untuk menjaga kualitas airnya.
Karena perlu diketahui, Bina Taruna memiliki pelatih2 yang bersungguh2 memperhatikan perkembangan para calon atlit yang berlatih di sana. Dan sudah tidak sedikit prestasi yang ditorehkan dari atlit2 Bina Taruna buah gemblengan para coach Bina Taruna.
Semoga harapan sederhana ini bisa terwujud. Semoga Oji dan Yanthi serta anak2 yang berminat dalam dunia renang dapat terus berlatih di Bojana Tirta. Aamiin.
Untuk lomba kali ini, good job, Oji. Very very well done 😃
Meramaikan Acara Riungan Oase
Bahagia adalah saat anak-anak Oase Kids mendapatkan kesempatan untuk tampil lagi membawakan drama Muzakir dan Dermawan di acara Riungan Oase yang diselenggarakan oleh Klub Oase pada hari Sabtu, 9 Desember 2017, diadakan di Perpustakaan Nasional Jakarta yang berada di jalan Medan Merdeka Selatan.
Apa itu acara Riungan Oase?
Riungan Oase adalah acara yang diadakah oleh Klub Oase untuk memfasilitasi anak2 Pramuka Penggalang yang berjumlah sekitar 20 anak, untuk mempresentasikan hasil riset mereka setelah beberapa waktu lalu bersama-sama berangkat ke Pulau Harapan. Dari hasil riset tersebut, setiap anak memiliki output yang berbeda-beda. Ada yang berupa jurnal, ebook, dan ada pula yang berbentuk video. Selain anak2 Pramuka Penggalang melakukan presentasi, ada juga pameran hasil karya mereka yang hasilnya keren-keren banget loh. SALUT!
Riungan Oase adalah acara yang diadakah oleh Klub Oase untuk memfasilitasi anak2 Pramuka Penggalang yang berjumlah sekitar 20 anak, untuk mempresentasikan hasil riset mereka setelah beberapa waktu lalu bersama-sama berangkat ke Pulau Harapan. Dari hasil riset tersebut, setiap anak memiliki output yang berbeda-beda. Ada yang berupa jurnal, ebook, dan ada pula yang berbentuk video. Selain anak2 Pramuka Penggalang melakukan presentasi, ada juga pameran hasil karya mereka yang hasilnya keren-keren banget loh. SALUT!
Nah, lanjut soal drama lagi. Ada dua drama yang tampil untuk meramaikan acara Riungan Oase, yaitu dongeng nusantara "Muzakir dan Dermawan" atau yang lebih dikenal dengan cerita "Semangka Emas" yang dibawakan oleh adik2 Oase Siaga dan Junior yang tergabung dalam Oase Kids, dan dongeng nusantara "Situ Bagendit" yang dibawakan oleh tim Cabe Rawit
Untuk Oji, aku tetap meminta dia selalu latihan dialog di rumah, karena dia dan Raja paling banyak dialognya. Dan ternyata dia masih sangat ingat, cuma gerakan tangan saja yang yang kadang sering lupa.
Sungguh bahagia melihat anak-anak dapat tampil di atas panggung yang kereen lagi. Walau kali ini bukan dalam suasana lomba dan masih acara sendiri, tetapi kami para mami2 tetap saja ya ada tegangnya. Memang tidak sebanyak waktu tampil di UI dulu sih.
Aku melihat anak-anak menjadi semakin berpengalaman untuk tampil live dan berani untuk tampil di atas panggung tanpa malu2 berperan dan berekspresi.
Dokumentasi video kali ini dipersiapkan dengan lebih baik. Walau pada saat awal-awal anak-anak tampil sound sempat bermasalah, tapi tetap okelah menurutku.
Berikut penampilan "Muzakir dan Dermawan" persembahan Oase Kids:
Pada saat manggung kali ini, ada hal yang membuatnya berbeda dan menarik, karena ada layar besar di atas panggung yang bisa digunakan sebagai background untuk mendukung penampilan anak-anak.
Bahagia dan bersyukur acara berjalan dengan baik. Seperti biasa, kami ibu-ibu kru berada di belakang panggung untuk menemani dan mensupport anak-anak supaya aman dan tidak ada yang hilang pada saat menjelang tampil.
Kali ini Ayah Andito sedang bertugas di NTT, jadilah saya yang bertugas menggantikan menjaga bagian musik pada saat pentas bersama Om Pras yang memang bertugas untuk stand by di bagian audio visual selama acara berlangsung.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
Popular Posts
-
Suatu hari, aku melihat Olympus datang kepadaku dengan berseri-seri sepulang dari menemani Mama Nur berbelanja di salah satu minimarket di d...
-
MENULISKAN, MUMPUNG MASIH BISA MERASAKAN Setelah Eksplorasi Penggalang Oase 2019 ke Kampung Zuhud, Dusun Sukajadi, Desa Hegarmanah, Ke...
-
Hari ini, kabarnya 35 tahun lalu pukul 6 pagi Waktu Indonesia Barat, atas perjuangan Ibunda Sri Murdiningsih dan doa2 dari Ayahanda dan se...
-
Tidak jauh dari rumah Cipinang terdapat dua tempat jogging track yang disediakan untuk warga sekitar berolahraga. Tempatnya nyaman, penuh de...
-
Hari yang telah dinantikan itu pun tiba. Sabtu pagi, 24 Januari 2015, kami sekeluarga bersama keluarga Mas Aar bersama-sama menuju Museum Ma...
-
Memperkenalkan hewan peliharaan sejak dini memiliki banyak manfaat. Setidaknya itulah yang aku rasakan, dan itulah yang ingin kutanamka...
-
Lama tak berjumpa dengan Om Andi (masih lanjutan tulisan sebelumnya), membuat kami saling menanyakan kabar dan kegiatan anggota keluarga m...













