Berbagi Pengalaman Mengikuti Webinar untuk Usia Dini yang Diadakan oleh Rumah Insipirasi

Mengikuti Webinar untuk Usia Dini yang diadakan oleh Rumah Inspirasi malam ini secara live adalah pengalaman pertama yang begitu berkesan bagiku, setelah sebelumnya aku menyempatkan diri untuk menonton video-video dari webinar sesi-sesi sebelumnya dan mengunduh beberapa materi yang disediakan agar tidak terlalu tertinggal dalam memahami apa saja yang akan dibahaskan di dalam webinar tersebut.

Terima kasih kepada Mas Aar dan Mbak Lala yang telah membuat materi-materi yang diunduh maupun yang ditonton begitu terasa ringan dan mudah dipahami, walaupun terbersit beberapa pertanyaan di dalam benak saat mempelajari materi-materi tersebut.

Nah, sebagian besar pertanyaan-pertanyaan tersebut banyak yang terjawab ketika mengikuti webinar kali ini. Salah satu yang menarik adalah mengenai pandangan bahwa sebagai orangtua janganlah malu untuk belajar. Karena seperti yang dikatakan Mas Aar di dalam webinar tersebut, bahwa orang tua pada dasarnya sudah memiliki modal yang besar dalam memberikan materi pelajaran terhadap-anak-anaknya, yaitu kedekatan dan kasih sayang.

Materi-materi yang kusimak dari webinar terasa ringan dan gampang kupahami, mungkin juga dikarenakan semua proses belajar untuk anak usia dini tersebut terhadirkan secara alami melalui proses belajar dari keseharian yang sedang kujalani bersama anak-anak.

Sebenarnya, aku sudah lama menerapkan pola belajar di dalam webinar tersebut pada keseharianku bersama kedua anakku, Olympus (4 tahun 9 bulan) dan Yanthi Srikandi (2 tahun). Atas proses belajar yang kuterapkan, mereka pun terlihat sangat menikmatinya. Karena aku dan suami memang sengaja tidak membuat target agar kedua anak kami harus bisa ini atau itu di dalam usianya yang masih dini tersebut. Bagi kami, yang penting mereka bisa menikmati hari-hari mereka dengan wajah yang ceria dan hati yang bahagia.

Namun, sopan santun menjadi hal utama yang berusaha kutanamkan sejak dini agar mereka berdua dapat menjadi anak-anak yang pandai membawa diri di mana pun berada. Karena aku percaya bahwa ilmu itu gampang dicari sesuai dengan minat dan kemauan anak itu sendiri.

Sebagai seorang ibu, awalnya aku sendiri juga tak luput dari rasa khawatir terkait perkembangan kedua anakku yang mengikuti proses belajar homeschooling ini, yaitu apakah aku bisa menjadi seorang ibu yang baik dan memberikan yang terbaik buat anak-anak saya. Terkadang aku merasa kurang percaya diri bila pada suatu saat harus menghadapi pertanyaan dari keluarga atau orang-orang terdekat mengenai alasanku tidak menyekolahkan anak-anak di sekolah formal dan memilih belajar di rumah/homeschooling sebagai pilihan bagi mereka.

Oleh karena itu, aku sangat sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Mbak Lala dan Mas Aar bahwa seorang ibu itu adalah seperti matahari bagi keluarganya. Dari sana, aku pun merasa harus bisa menjadi cahaya buat anak-anak dan keluargaku. Karena aku ingin mereka bahagia dan penuh ceria, aku merasa bahwa salah satu caranya adalah aku harus sehat. Karena dengan tubuh dan pikiran yang sehat dan baik, niscaya dari sanalah akan datang keceriaan yang bisa menular kepada mereka. Kata suamiku kalau melihat aku sedang suntuk, dunia seakan runtuh katanya he he he ... :p

Dengan mengikuti webinar tersebut, dari sana pula aku melihat bahwa ternyata banyak sekali keluarga yang setapak demi setapak mulai berpikir untuk menyekolahkan anak-anaknya dengan metode homeschooling. Walaupun tak sedikit juga orangtua sepertinya terlihat masih ragu dan belum mantap untuk mengambil pilihan tersebut, tentu dengan alasan yang beragam. Dari sana pula aku juga belajar dan bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda bahwa setiap keluarga itu memiliki cara yang berbeda-beda dalam mendidik anak-anaknya, termasuk keluargaku tentunya.

Jadi, sampai hari ini, bagiku homeschooling adalah tetap jalan yang kupilih sebagai proses untuk mendidik anak-anakku. Dan dengan berusaha menanamkan akhlak yang baik dengan cara memberikan teladan sambil mengajarkan pentingnya nilai-nilai kejujuran dan kebaikan, semoga mereka dapat menjadi manusia-manusia yang membawa kebaikan bagi lingkungannya. Dan dengan segala keterbatasan yang kumiliki, semoga semua dapat terwujud dengan baik di dalam limpahan cinta yang sepenuh hati. Amin. 



CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Back
to top